Pengiriman ponsel diprediksi anjlok 12,9 persen akibat krisis memori
Firma analis International Data Corporation (IDC) memprediksi kelangkaan komponen memori menyebabkan pengiriman ponsel pintar global akan merosot 12,9 persen tahun ini, menjadi penurunan tahunan terbesar dalam lebih dari satu dekade.
Tak lama setelah laporan itu dirilis, firma riset Counterpoint Research menyampaikan proyeksi serupa, dengan memperkirakan pasar akan turun sekitar 12 persen sepanjang tahun ini.
Dilansir dari Tech Crunch pada Minggu, sebelumnya IDC mencatat produsen ponsel mengirimkan 1,26 miliar unit perangkat pada 2025. Tahun ini, angka tersebut diperkirakan turun menjadi sekitar 1,12 miliar unit.
“Krisis memori ini tidak hanya akan menyebabkan penurunan sementara; hal ini menandai penataan ulang struktural seluruh pasar, yang secara mendasar akan membentuk kembali total pasar yang dapat digarap dalam jangka panjang, lanskap vendor, serta komposisi produk,” kata Senior Research Director IDC Worldwide Quarterly Mobile Phone Tracker Nabila Popal.
Menurut Nabila, kelangkaan memori juga akan mendorong kenaikan harga ritel rata-rata ponsel pintar sebesar 14 persen. Harga jual rata-rata diproyeksikan mencapai rekor baru sebesar 523 dolar AS (Rp8,7 juta) tahun ini, seiring volume pengiriman yang mengalami penurunan tajam.
Ia menambahkan, kondisi tersebut berpotensi memicu konsolidasi pasar karena pemain kecil keluar dari industri, sementara vendor segmen bawah menghadapi penurunan pengiriman akibat keterbatasan pasokan dan melemahnya permintaan di level harga yang lebih tinggi.
Bahkan, ponsel pintar dengan harga di bawah 100 dolar AS (Rp1,6 juta) dinilai berisiko menjadi tidak lagi ekonomis untuk diproduksi secara permanen.
Dari sisi kawasan, IDC memperkirakan pengiriman di Timur Tengah dan Afrika akan turun lebih dari 20 persen secara tahunan. Sementara itu, China diproyeksikan mencatat penurunan 10,5 persen dan kawasan Asia Pasifik (selain Jepang) turun 13,1 persen. IDC memperkirakan harga RAM baru akan mulai stabil pada pertengahan 2027.
Sementara itu, Counterpoint menilai segmen ponsel premium relatif mampu bertahan terhadap tekanan ini. Di sisi lain, segmen ponsel di bawah 200 dolar AS (Rp3,3 juta) diprediksi merosot hingga 20 persen.
Principal Analyst Counterpoint Yang Wang mengatakan dampak kelangkaan memori diperkirakan berlanjut hingga paruh kedua 2027, mengingat ekspansi pasokan memori membutuhkan waktu beberapa kuartal. Ia juga mencatat kenaikan harga 10–20 persen telah terjadi pada sejumlah portofolio vendor Android sejak Januari 2026.
Counterpoint menambahkan ketidakstabilan harga perangkat baru berpotensi mendorong pertumbuhan pasar ponsel bekas.
Sebelumnya, CEO dan salah satu pendiri jenama gawai Nothing, Carl Pei, telah memperingatkan bahwa harga ponsel pintar akan meningkat pada 2026 akibat kenaikan biaya memori.
Ia menyebut produsen dihadapkan pada pilihan menaikkan harga hingga 30 persen atau menurunkan spesifikasi perangkat, sehingga model ponsel yang menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga lebih murah dinilai tidak mampu bertahan lama.
0 Response to "Pengiriman ponsel diprediksi anjlok 12,9 persen akibat krisis memori"
Posting Komentar